Peluang besar bekerja di Jepang !

Keadaan Negara Jepang yang saat ini semakin tergerogoti jumlah angkatan pekerjanya, Sehingga menurunnya jumlah pernikahan dan  kelahiran bayi secara drastis? Ternyata mereka begitu membutuhkan kehadiran tenaga kerja profesional dari negara lain.

Keadaan ini dikarenakan penduduk negara Jepang semakin banyak yang memilih tidak menikah, alias lebih suka hidup sendiri. Atau jika menikah, mereka memilih tidak mempunyai anak, atau hanya dengan cukup satu anak, karena pertimbangan biaya hidup dan biaya pendidikan anak di Jepang yang relatif mahal.[ Baca Artikel Biaya Hidup dan Harga barang di jepang], jumlah usia harapan hidup penduduk Jepang semakin tinggi. Maksudnya, saat ini Jepang makin dipenuhi oleh penduduk yang berusia diatas 50 tahun. Bahkan generasi tua Jepang dengan usia diatas 60 tahun juga masih mempunyai kondisi kesehatan yang fit.

Pemerintah Jepang sangat mendorong keluarga di Jepang untuk mempunyai anak lebih banyak (menambah jumlah anak). Sebab itu, setiap anak yang dilahirkan akan mendapatkan bantuan per bulan dari Pemerintah berupa uang sebanyak kurang lebih Rp.1,5 juta, jika tidak salah sampai dengan anak tersebut menyelesaikan pendidikan SMP. Dalam Bahasa Jepang, bantuan ini disebut dengan "Kodomo Teate". Ditambah lagi, setiap proses persalinan/kelahiran anak akan memperoleh subsidi kurang lebih senilai Rp.20 juta per kelahiran.

Satu fakta lagi, menurut kesaksian kerabat dari Jepang, mereka merasakan semangat pemuda Jepang untuk belajar, sampai dengan perguruan tinggi tidak lagi sebesar zaman dulu.
Jadi wajar, bila terjadi ketimpangan struktur tenaga kerja di Jepang. Pemuda di Jepang terkadang merasakan hal yang ganjil di hati mereka. Yaitu mereka sedang bekerja guna menyediakan dana pensiun senior mereka yang jumlahnya jauh lebih banyak dibanding angkatan kerjanya.

Di jepang saat ini terdapat puluhan ribu pekerja Indonesia yang berada di Jepang. Dan itupun masih belum cukup untuk memuhuhi kebutuhan pekerja industri di jepang! Jepang benar-benar memerlukan pekerja asing yang sesuai sama karakter budaya dan kondisi Jepang.

Secara umum, beberapa jenis pekerjaan yang dibutuhkan di Jepang adalah sebagai berikut:
1.  CAREWORKER (KAIGOFUKUSHISHI) Merawat Panti Jompo untuk Mengasuh orang tua
2. NURSE ( KANGOSHI) Sebagai Perawat di RS
3. Pekerja Magang teknis industri (Magang Jepang/Kenshusei)
4. Tenaga kerja ahli/manejerial

Syarat kerja di Jepang adalah :
Untuk keterangan No.1 dan No.2, Merupakan Kerja sama khusus antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang atau Goverment to Goverment (G to G), program pengirimannya adalah bersifat resmi melalui kantor BNP2TKI, dan jumlahnya bisa dibilang tidak terbatas. info selengkapnya mengenai lowongan TKI ke Jepang silahkan anda baca >> [ Lowongan kerja Te naga Kesehatan ke jepang CAREWORKER dan NURSE Terbaru ]

Penjelasan untuk No.3, Magang Jepang Merupakan program pemerintah DISNAKERTRANS RI bekerjasama dengan ( IM JAPAN ) DAN YAYASAN /LEMBAGA SWASTA ( untuk jalur non IMM JAPAN ).

Jadi seleksi program magang ke jepang di indonesia ada 2 Jalur :
- Seleksi magang jepang Jalur IM Japan Depnakertrans (Gratiss), untuk penjelasan program ini silahkan anda baca >> [ Jadwal Seleksi, persyaratan dan prosedur Magang Jepang IMM Depnakertrans ]

- Seleksi Magang jepang non imm (melalui lembaga/ yayasan pihak swasta) untuk informasi mengenai lowongan jalur ini silahkan anda baca >> [ Jadwal Seleksi, persyaratan dan prosedur Magang Jepang Jalur Non IMM/Swasta ]

"IM Japan" merupakan kepanjangan dari (Yayasan) International Manpower Development Organization, Japan.
Tujuan program adalah pembinaan sumber daya manusia, serta pertukaran tenaga tekn ik, terampil dalam menghadapi internasionalisasi perusahaan kecil dan menengah dengan tujuan mengembangkan perusahaan kecil dan menengah Jepang serta ikut berperan dalam masyarakat internasional.

Para trainee pelatihan dan ketrampilan IM Japan yang telah diseleksi oleh kantor depnakertrans dan dilatih pula selama 4 bulan, adalah pemuda-pemuda yang berdisiplin tinggi, bersemangat dan sehat, sehingga perusahaan yang menerima mereka akan sangat gembira.

Trainee adalah pemuda yang memiliki riwayat pendidikan lulusan SMU/SMK ke atas dan berusia 19-26 tahun. Karena pemerintah Indonesia menyeleksi sumber daya manusia yang unggul yang mampu menyelesaikan pelatihan dan keterampilan secara cemerlang selama 3 tahun di Jepang, maka diterapkan berbagai tes sebagai berikut.

Psikotes :dilakukan tes tertulis mengenai kemampuan pengetahuan dasar, semangat mandiri, selayakan untuk pelatihan dan Tes Matematika Dasar [ dari soal Matematika dasar 10 soal dalam 5 menit Minimal betul 7 ]

Pemeriksaan fisik dan Tes Fisik :Syaratnya lari marathon jarak 3 km dalam waktu 15 menit, melakukan push-up lebih dari 35 kali, sit -up lebih dari 25 kali,

Wawancara :Dibobotkan pada tujuan ikut serta pelatihan, pengetahuan tentang Jepang, gairah terhadap pelatihan, rencana setelah kembali ke tanah air dan lain sebagainya

Materi wawancara meliputi beberapa point pertanyaan dalam rangka upaya menggali:
  • Kemandirian;
  • Latar belakang keluarga;
  • Performance;
  • Pemahaman program;
  • Verbal;
  • Pengetahuan umum/wawasan.
Supaya menghasilkan mutu/hasil wawancara yang baik dan terukur mendekati objektifitas, pewawancara harus petugas-petugas khusus yang sudah di up grade teknik wawancara dan menggunakan acuan wawancara. Dalam pelaksanaan wawancara petugas daerah terlebih dahulu membagi bagikan Formulir Isian kepada peserta kemudian peserta mengisi Formulir tersebut dan diserahkan pada petugas wawancara sebelum dimulai wawancara.
Untuk menghindari kelemahan/kesalahan dalam memilih calon peserta, maka rasio pewawancara dengan jumlah calon peserta yang akan di wawancarai adalah 2 orang pewawancara mewawancarai 40 s.d. 50 orang calon peserta per hari. Hal ini perlu penyesuaian alokasi waktu seleksi. Petugas pewawancara selama mewawancara calon peserta mencatat hasil penilaian.
Pemeriksaan Kesehatan/Medical checkup oleh rumah sakit / laboratorium : Diadakan pemeriksaan tes kesehatan terhadap seluruh anggota, dan bila ternyata menderita penyakit sehingga tidak mampu melanjutkan pelatihan, m aka dinyatakan GAGAL.

Pelatihan: Sebelumnya di Indonesia agar para trainee tidak mengalami kesulitan selama pelatihan dan keterampilan serta kehidupan sehari-hari setelah masuk ke Jepang, diadakan pelatihan khusus bahasa Jepang, adat kebiasaan Jepang, pendidikan jasmani, disiplin dan lain sebagainya selama 1 bulan di daerah dan 3 bulan di pusat pelatihan di Indonesia.

Pelatihan kursus gabungan di Pusat Pelatihan IM Japan. Setelah masuk ke Jepang, diselenggarakan pelatihan kursus selama 4 minggu di Pusat Pelatihan IM Japan,

Nah, untuk Point yang No.4, berikut ini sekelumit cerita yang bisa saya gali sedalam-dalamnya dari teman saya.

Dia merasa senang dapat bekerja di Jepang. Budaya kerja di Jepang membuatnya merasa sangat tertantang untuk memberikan kemampuan yang terbaik. Hak dan kewajiban pegawai sangat dijunjung tinggi, saya kemudian mulai bertanya-tanya soal gaji dan pendapatan di Jepang.

Berapa sih struktur penggajian di Jepang untuk menghargai kompeten si dan kinerja para karyawannya?

– Pendidikan Lulusan D3 = JPY 170.000/bulan, atau sekitar Rp. 19 Juta/bulan
– Pendidikan Lulusan S1 = JPY 190.000/bulan, atau sekitar Rp. 22 Juta/bulan
– Pendidikan Lulusan S2 = JPY 190.000/bulan + JPY 20.000 = JPY 210.000, atau sekitar Rp. 25 Juta/bulan

Gaji awalnya saja sudah segitu, bagaimana kalau karirnya melesat pesat di masa depan? Ternyata kuncinya bukan IPK, dan sekedar ketrampilan teknis, namun karakter personal, kemampuan berkomunikasi, dan team work!

Itu belum semua loh! Selain gaji pokok, masih ditambah ALLOWANCE bulanan, yang nilainya berdasarkan tingkat industrinya.
– Industri kecil = JPY 20.000
– Industri menengah = JPY 50.000 s/d JPY 70.000
– Industri besar = JPY 90.000 (misalnya Mitsubishi Souji)

Dan masih ada lagi … biasanya masih mendapatkan bonus di akhir tahun senila 2x sampai dengan 4x gaji pokok bulanan. Kalau dulu ketika situasi ekonomi masih bagus banget, bonus tahuna n bisa mencapai 10x gaji pokok.
Lihatlah >> Data Perusahaan yang menerima lowongan dijepang
Tentang Pajak?

Semua orang yang tinggal di Jepang, tak terkecuali warga negara asing, wajib membayar pajak. Teman saya membayar pajak per bulannya sekitar 5-10% dari penghasilan.

Tips konkret 'How TO' step by step

Untuk  bisa bekerja ke Jepang dengan pekerjaan yang bonafit, memang tidak terjadi dengan seketika. Berikut tips dan trik untuk dapat mewujudkannya.

1. Punya kemampuan Bahasa Jepang (Level N2), caranya bagaimana? Start learning from now!! Bahasa Jepang memang tidak mudah, tapi tak ada yang sulit kalau kita betul-betul serius dan tekun. Dan lakukan dengan penuh perasaan enjoy. Selengkapnya Baca Penjelasan >>[ Uji Kemampuan Bahasa Jepang ]

2. Bahasa Inggris, juga dibutuhkan! Kira-kira selevel TOEIC 650-an. Mereka lebih prefer TOEIC ketimbang TOEFL. Sebagai ilustrasinya, TO EIC 650-an kira-kira setara TOEFL 500-an.

3. Pertahankan IPK minimal di atas 3,00, meski 2,75 masih dipertimbangkan.

4. Rajin-rajin latihan wawancara. Tidak hanya cara menjawabnya, tapi juga bagaimana latihan bersikap dalam keseharian professional ala Jepang. Namun wawancara bisa juga melalui telepon/ Skype

5. Ingat, kalau di Jepang, mencari kerja jangan menunggu kalau sudah lulus! Tapi setahun sebelum lulus sudah mendaftarkan diri. Ingat! inilah budaya di Jepang. Setahun sebelum lulus, mahasiswa di Jepang sudah aktif mencari pekerjaan. Perusahaanpun juga menetapkan syarat serupa, setahun sebelum lulus mereka sudah akan mengikat perjanjian dengan calon pegawai mereka yang masih berstatus mahasiswa.

6. Mencari Pekerjaan Melalui Hello Work (ハローワーク), lembaga punya pemerintah ini membantu warga Jepang maupun warga negara asing (gaikokujin) yang berdomisili tetap di Jepang. Cukup datang saja di kantor Hello Work bagian Gaikokujin corner yang ada di se tiap kota, daftar dan konseling pekerjaan. Staff akan memperkenalkan ke perusahaan yang butuh tenaga kerja, dan staff hello work akan membuat janji untuk interview di tempat perusahaan yang butuh tenaga kerja tersebut. Istilahnya Hello Work itu perantara. Karena milik pemerintah, tidak dipungut biaya sepeser pun. Bila interview ditolak, berapa kali datang ke Hello Work untuk dicarikan pekerjaan lagi pun tidak ada masalah. Atau Mencari sendiri melalui majalah "Town Work", baitoru dot com dan sebagainya, yang disediakan gratis di konbini, (tentu kalau tidak bisa baca kanji akan sangat kesulitan). Bagi yang bisa baca dan bahasa Jepang lancar, tinggal telpon saja lowongan yang ada dan minta janji untuk interview.

Untuk anda yang berada di indonesia yang sedang mencari lowongan kerja di jepang sebagai tenaga Ahli bidang Teknik berikut >> Informasi Lowongan Kerja Ke Jepang Visa Engginering Terbaru

Nah, Sekarang Anda sudah mengetahui ena knya jadi professional muda di Negara Sakura, dan sudah tahu pula tantangan-tantangan apa yang harus di lalui!!
Silahkan lanjutkan perjuangan … Semoga sukses, dimanapun kamu berada.
"Ganbatte Kudasai"

Source: http://lowonganmagangjepang.blogspot.com